|
Identifikasi Halal Control Points (HCP) Studi Kasus Keju Gouda |
|
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Saturday, 02 August 2008 |
|
Oleh: Sucipto1 dan Sidik Fathul Qorib2 1)Staf Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP Universitas Brawijaya 2) Mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian FTP Universitas Brawijaya
Abstrak
Peningkatan konsumsi keju di Indonesia mendorong pertumbuhan produsen keju. Keju dibuat dengan beragam bahan dan proses. Karena Indonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia, maka kehalalan keju perlu ditegaskan untuk memenuhi hak dan melindungi konsumen. Metode Haram Analysis Critical Control Point (HrACCP) umumnya dilakukan oleh usaha yang siap secara manajemen menjalankan semua tahapan dalam rencana HrACCP. Karena usaha kecil keju ”X” belum siap maka penelitian diskriptif lebih diarahkan untuk identifikasi Halal Control Points (HCP) bahan baku, proses produksi, sanitasi, penyimpanan dan distribusi. Berdasar analisis diskriptif Halal Control Points (HCP) proses produksi keju Gouda antara lain: Bahan baku; terutama starter bakteri, rennet, dan pelapis keju yang masih impor dari Belanda dan belum bersertifikasi halal, Proses produksi; meliputi penambahan starter bakteri dan rennet untuk membantu proses penggumpalan dan pelapisan keju. Dari sini perlu ditelusuri lebih jauh kehalalan bahan yang digunakan, disusun standarisasi pemilihan dan penerimaan bahan baku, serta proses produksi untuk menunjang pelaksanaan sistem jaminan halal. Komentar | Favorit (134) | Kutip artikel | Hits: 1550 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Friday, 08 August 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Cara mudah mencari pustaka industri pangan |
|
|
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Tuesday, 20 November 2007 |
|
Oleh Rahmi Fauzi I. Pendahuluan Dalam memproduksi atau membuat makanan banyak bahan-bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan mutu makanan tersebut, baik dari segi rasa, tekstur, maupun warna. Contoh bahan tambahan itu antara lain Monosodium Glutamat (MSG), zat pewarna, gelatin, dan lain sebagainya. Zat-zat tambahan tersebut ada yang diperoleh secara alami, contohnya zat pewarna dari daun pandan, dan ada pula yang diperoleh melalui proses kimia terlebih dahulu, contohnya MSG. Komentar (4) | Favorit (139) | Kutip artikel | Hits: 3204 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Friday, 08 August 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|