Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to halalsehat.com
Advertisement

Login



lupa password? Belum Daftar? Daftar Baru!

Informasi

Selamat datang di situs halalsehat.com, situs ini ingin mendorong peneliti, produsen, distributor, konsumen, dan pemilik kebijakan untuk berkontribusi dalam mengembangnkan, memproduksi, mendistribusikan, dan menggunakan produk halal dan sehat. Kami siap melakukan sharing dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Komentar Terbaru

DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
:grin ;) 8) :p :roll :eek :upset :zzz :sigh :? :cry :( :x
22/02/10 07:46 Baca...
By sylvia dita anggraini

DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
BAGAIMANA CARA MENGANTISIPASI HAL YANG S
GIMANA CARA.A BYAR QTA GGA KAYAK GTU LAGI.. COZZZ. KDANG PNGN TOLAK TPI GA BSA AL.A MANUSIA ITU GA...
14/02/10 13:19 Baca...
By ACUNG

Menganalisa DNA Babi dalam Makanan
gliserin
Mohon info tentang gliserin dan produk- produk kosemtika yang mengandung gliserin. trimakasih :)
13/02/10 06:43 Baca...
By winda

Menganalisa DNA Babi dalam Makanan
produk haram dan syubhat di sekitar kita
tolong saya diberi info makanan ringan apa saja yang mengandung bahan kimia berbahaya termasuk aspar...
09/02/10 04:38 Baca...
By mira ar

DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
bagaimana cara menanggapi persoalan yg demikian? :)
08/02/10 07:51 Baca...
By erna wati

DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
dosa atau tidak
dosa ga klo orang ngelakuin kaya gitu??????? alasannya!!! apa memeng di larang agama??? :sigh :...
04/02/10 12:12 Baca...
By tiez

Sertifikasi Halal Ketika Konsumen (Muslim) Semakin Kritis
Dipublikasikan oleh syarif   
Sunday, 18 November 2007
Konsumen saat ini semakin kritis. Mereka tidak sekedar menuntut produk yang higienis dan terjamin kandungan gizinya, tetapi bagi yang Muslim, juga kehalalannya. Dan, label halal pun menjadi kunci dalam memutuskan membeli atau tidak suatu produk.

''Halal atau tidak, nih?'' ujar Irish mengamati sebungkus Kwetiau Instant asal Malaysia yang belum beredar di sini. Kakaknya, yang jauh-jauh dari Kualalumpur membawa makanan itu, kontan membelalakkan matanya. Setahu dia, Irish adalah menyantap mie nomor wahid. Ia tak menyangka adiknya yang auditor di sebuah kantor akuntan publik ini tampak tak begitu berminat dengan buah tangannya itu.

''Sorry. Aku tidak bisa makan ini. Tak ada jaminan produk ini halal,'' kata Irish kemudian. Tapi ia langsung menyantap coklat berbentuk hati, setelah mengamati kemasannya dan senyumnya mengembang. ''Enak, dan halal.''

Menurut Irish, label halal baginya merupakan keharusan. Semenarik apapun makanan itu, jika pada kemasannya tidak mencantumkan label halal, maka lebih baik baginya untuk melupakannya. Irish juga memberlakukan 'hukum' itu saat memilih tempat makan. ''Makanya, seenak apapun bakmi X (ia menyebut nama sebuah restoran terkenal-red) kata oraang-orang, saya tak tertarik mencoba karena tidak terjamin kehalalannya,'' tambah jelita yang berhobi panjat tebing ini.

Komentar | Favorit (67) | Kutip artikel | Hits: 1212

Baca selengkapnya...
 
Tedriya. Ide Rental Perlengkapan Bayi Pertama di Indonesia
Dipublikasikan oleh syarif   
Sunday, 18 November 2007
Tedriya tidak menyangka jika bisnis rental perlengkapan bayi bernama Baby’s World yang dirintisnya berkembang begitu cepat. Dalam jangka waktu 6 bulanan, posisi setengah dari break event poin (BEP) sudah ada dalam pembukuan usahanya. Bagaimana tidak, dengan tidak menghabiskan banyak waktu untuk berpromosi, Ibu dari Zaki (23 bulan) ini sudah merasa kewalahan memenuhi permintaan dari para pelanggannya. “Saat ini Saya sudah kewalahan memenuhi permintaan. Barang baru dibeli sudah langsung keluar lagi untuk disewakan. Itu pun banyak yang belum kebagian,” ujar Tedriya. Alhasil omset yang diraih pun memuaskan. Kalau lagi sepi saja, ia mengantongi sekitar Rp1 juta per bulan, sementara jika ramai bisa mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp4 juta per bulan. Uang yang masuk kembali ia putar untuk membeli perlengkapan bayi untuk disewakan.
Mau tidak mau ia harus membuat prioritas untuk memenuhi tingginya permintaan. Ada pesanan lewat telepon, dan ada yang datang langsung. “Siapa yang datang lebih dulu dia yang dapat,” ujar Tedriya. Untuk masing-masing perlengkapan bayi yang disewakan, dikenakan biaya sewa harian. Minimum masa sewa berbeda jika pelanggan datang sendiri menjemput barang sewaan dengan jika barang diantarkan ke pelanggan. Perlengkapan yang disewakan seperti box bayi, baby walker, baby troller dan car seat. Saat ini ada 65 buah perlengkapan bayi yang tercatat dimiliki.

Komentar (6) | Favorit (114) | Kutip artikel | Hits: 5374

Terakhir kali diperbaharui ( Friday, 08 August 2008 )
Baca selengkapnya...
 
Sertifikasi Halal Upaya Perlindungan Konsumen
Dipublikasikan oleh syarif   
Sunday, 18 November 2007
TERSIARNYA kabar mengenai kasus ”penipuan” terhadap konsumen yang dilakukan ratusan pengusaha restoran dan rumah makan besar dan menengah di lima wilayah Jawa Barat, beberapa waktu lalu, benar-benar merupakan berita mengejutkan. Jika informasi tersebut demikian adanya, hal ini jelas-jelas adalah suatu bentuk pelecehan terhadap hak-hak yang dimiliki konsumen, salah satunya adalah hak untuk mendapat kepastian kehalalan suatu produk agar dapat menentramkan batin yang mengonsumsinya.
 
Tindakan para pengusaha restoran dan rumah makan tersebut yang dengan lancang mencantumkan label halal tanpa pernah disertifikasi badan berwenang dianggap telah melanggar hukum, yaitu pelanggaran terhadap UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sungguh patut disayangkan jika pelanggaran itu memang dilakukan oknum pengusaha.
 
Konsumen Muslim yang merupakan mayoritas penduduk di Indonesia adalah pihak paling dirugikan dalam hal ini. Kepastian halal tidaknya suatu produk makanan atau minuman dijamin dengan ada tidaknya label halal tercantum pada produk makanan atau minuman tersebut. Label halal pada suatu produk dapat menjadi suatu acuan bagi konsumen Muslim untuk memilih dan membeli produk. Jika hal ini saja tidak dapat dipercaya, dengan cara bagaimana lagi para konsumen muslim dapat dengan 100% yakin makanan dan minuman yang dikonsumsinya sudah memenuhi syariat agama Islam.

Komentar | Favorit (69) | Kutip artikel | Hits: 2812

Baca selengkapnya...
 
Prosedur Mendapatkan Sertifikasi Halal Produk
Dipublikasikan oleh syarif   
Sunday, 18 November 2007
Pebisnis yang bergelut di industri makanan dan minuman sangat berkepentingan dengan label sertifikasi halal bagi produk yang dihasilkan. Pasalnya sertifikat tersebut sangat penting dalam menghilangkan rasa was-was konsumen akan halal atau tidaknya produk yang akan dibeli. Di Tanah Air sertifikat halal dikeluarkan oleh LPPOM-MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia)
Adapun kriteria kehalalan sebuah produk dilihat dari beberapa sisi:
<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Produk tidak mengandung babi atau produk-produk yang berasal dari babi serta tidak menggunakan alkohol sebagai ingridient yang sengaja ditambahkan.
<!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Daging yang digunakan berasal dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syariat Islam.
<!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Semua bentuk minuman yang tidak beralkohol.
<!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengelolaan dan tempat transportasi tidak digunakan untuk babi atau barang tidak halal lainnya, tempat tersebut harus terlebih dahulu dibersihkan dengan tata cara yang diatur menurut syari’at Islam.

Komentar | Favorit (83) | Kutip artikel | Hits: 1429

Baca selengkapnya...
 
RUU PRODUK HALAL DAN PERUBAHAN MASYARAKAT
Dipublikasikan oleh syarif   
Sunday, 18 November 2007
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang dijamin kehalalannya cukup tinggi. Untuk itu, pemerintah Indonesia berkewajiban melindungi masyarakat akan konsumsi makanan halal.
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD 1945) memberikan dasar-dasar konstitusional bagi seluruh warga negara Indonesia dalam menjalani kehidupan, baik duniawi maupun ukhrowi. Dalam menjalankan hubungan manusia dengan manusia, setiap orang pada saat yang bersamaan tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh dengan Tuhan-Nya sebagaimana dijumpai secara maknawi dalam norma filosofis negara, Pancasila.
Setiap warga negara Republik Indonesia dijamin hak konstitusional oleh UUD 1945 seperti hak asasi manusia, hak beragama dan beribadat, hak mendapat perlindungan hukum dan persamaan hak dan kedudukan dalam hukum, serta hak untuk memperoleh kehidupan yang layak termasuk hak untuk mengkonsumsi pangan dan menggunakan produk lainnya yang dapat menjamin kualitas hidup dan kehidupan manusia.

Komentar | Favorit (61) | Kutip artikel | Hits: 3346

Baca selengkapnya...
 
Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Melindungi Konsumen
Dipublikasikan oleh syarif   
Sunday, 18 November 2007
Pertanyaan:
Pengasuh yang terhormat. Di era pembangunan ekonomi dewasa ini kita menjumpai aneka produk barang dan/ atau pelayanan jasa yang dipasarkan kepada konsumen. Pemasaran dilakukan oleh pelaku usaha melalui penawaran, promosi dan periklanan.

Selain itu, globalisasi yang didukung oleh perkembangan ilmu dan teknologi komunikasi, juga telah menawarkan aneka cara orang melakukan transaksi dan meningkatkan transaksi penjualan. Perkembangan ini dapat memberikan manfaat kepada konsumen untuk memenuhi segala kebutuhannya dan kebebasan dalam memilih jenis dan kualitas barang dan/ atau jasa.

Namun di sisi lain, saya kira perkembangan tersebut dapat mengakibatkan ketidakseimbangan dan lemahnya kedudukan konsumen di mata pelaku usaha. Karena pelaku usaha dapat mengeksploitasi konsumen untuk kepentingan perdagangan dan meraih keuntungan yang sebesar-besarnya.

Nah kalau kondisinya sudah demikian, diperlukan peran pemerintah dalam melindungi kepentingan konsumen. Oleh karena itu melalui rubrik ini, saya berharap para pengasuh juga memberikan uraian mengenai peran pemerintah tersebut. Atas tanggapannya saya ucapan terima kasih.

M. Sujatmoko, Kalibata, Jakarta Selatan.

Komentar | Favorit (94) | Kutip artikel | Hits: 2018

Baca selengkapnya...
 
Sistem Jaminan Halal, Demi Konsistensi Kehalalan
Dipublikasikan oleh syarif   
Sunday, 18 November 2007
Di sinilah pentingnya sebuah sistem yang menjamin kehalalan selama masa berlakunya sertifikat. Layaknya sistem mutu yang berlaku di perusahaan, seperti ISO, HACCP dan lain-lain, sistem jaminan halal (SJH) dibangun untuk menjamin konsistensi produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Jika ISO adalah untuk menjamin konsistensi mutu dan HACCP untuk menjamin terhindarnya produk dari bahan berbahaya, maka SJH dibangun untuk menjamin kehalalan produk yang dihasilkan dari waktu ke waktu.
SJH dimulai dari kebijakan halal yang dibuat oleh manajemen perusahaan. Tidak ada paksaan bagi perusahaan pangan di Indonesia untuk mendapatkan sertifikat halal. Mereka boleh saja memproduksi makanan halal, sebagaimana merekapun boleh memproduksi yang tidak halal. Tetapi ketika sudah ditetapkan untuk memproduksi halal dan dituangkan dalam bentuk kebijakan perusahaan, maka mereka terikat dengan aturan kehalalan yang berlaku di Indonesia. Kebijakan ini perlu dibuat secara tertulis oleh manajemen puncak, sehingga memiliki landasan hukum yang kuat bagi pelaksana di tingkat teknis.

Komentar (1) | Favorit (84) | Kutip artikel | Hits: 1278

Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 49 - 60 dari 60

admin

Haris
Sucipto

Poling

Apakah produk yang beredar sudah halal & sehat
 

ShoutBox

This is not a Login form

Name:

Message:

Statistik Pengunjung

Hari Ini263
Kemarin515
Minggu Ini1759
Bulan Ini5194
Semua Mulai Januari181819

Online

Saat ini ada 15 pengunjung yang online

Sindikasi