|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 17 March 2008 |
|
Oleh : LPPOM MUI KALTIM
Perusahaan yang telah mensertifikasikan halal untuk produknya dituntut menyiapkan suatu sistem untuk menjamin kesinambungan proses produksi halal secara konsisten. Sistem inilah yang disebut sebagai sistem jaminan halal. Sistem jaminan halal (SJH) merupakan sebuah sistem yang mengelaborasikan, menghubungkan, mengakomodasikan dan mengintegrasikan konsep-konsep syariat Islam khususnya terkait dengan halal haram, etika usaha dan manajemen keseluruhan, prosedur dan mekanisme perencanaan, implementasi dan evaluasinya pada suatu rangkaian produksi/olahan bahan yang akan dikonsumsi umat Islam. Sistem ini dibuat untuk memperoleh dan sekaligus menjamin bahwa produk-produk tersebut halal. Sistem jaminan halal dibuat sebagai bagian integral dari kebijakan perusahaan, bukan merupakan sistem yang berdiri sendiri. SJH sebagai sebuah sistem pada suatu rangkaian produksi. Konsep-konsep syariat dan etika usaha akan menjadi input utama dalam SJH. SJH senantiasa akan dijiwai dan didasari kedua konsep tersebutPrinsip sistem jaminan halal pada dasarnya mengacu pada konsep Total Quality Manajement (TQM), yaitu sistem manajemen kualitas terpadu yang menekankan pada pengendalian kualitas pada setiap lini.
Komentar | Favorit (145) | Kutip artikel | Hits: 2453 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 26 March 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 17 March 2008 |
Organisasi perdagangan dunia atau world trade organization (WTO) dinilai lebih berorientasi pada perdagangan liberal dan kapitalis sehingga menimbulkan ketidakadilan. " Perdagangan liberal mendorong yang kuat mengalahkan yang lemah. Sedangkan perdagngan kapitalis mendorong pemiliki modal besar menguasai pasar," kata Kepala Bidang Sosialisasim Pelatihan dan Kerjasama Lembaga Pengawawsan Pangan dan Obatan-obatan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia, Nur Wahid dalam Training, Expor dan Seminar Pangan 'Getting Rich Through The Natural Resources' Minggu (25/11) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Acara ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Diploma Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Analisis Kimia, Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dan Badan Eskutif Mahasiswa Diploma IPB. Komentar (2) | Favorit (117) | Kutip artikel | Hits: 1655 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 26 March 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 17 March 2008 |
|
Responding to growing demand from thousands of Muslim travelers every day, on February 1, 2008, Thai Airways International Public Company Limited signed an MoU with the Islamic Committee of Samut Prakarn Province to receive permission for usage of the Halal Logo by Central Islamic Committee of Thailand. This means that Thai Airways International’s “Halal” kitchen is now fully certified to ensure conformity with the permissible dietary requirements under Islamic law. “Halal” food is the Islamic equivalent of the Jewish “kosher” food, and has to meet its regulatory standards at every step from purchasing to production and preparation. Komentar | Favorit (110) | Kutip artikel | Hits: 1780 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Friday, 15 May 2009 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Wednesday, 20 February 2008 |
|
Masih ingatkah kita pada kasus… Bakso tikus yang dijual dengan nama bakso sapi... Sejumlah Marsh mallow import yang beredar di Indonesia , mengandung gelatin yg ternyata dari babi Belum lagi ayam potong yg dijual di sejumlah pasar tradisional Indonesia, ternyata ayam mati kemaren alias bangkai!!! Dan masih banyak lagi kasus yang masih belum terungkap… namun kasus tersebut sudah membuat dunia bisnis pangan menjadi ”gonjang-ganjing” Konsumen harus lebih waspada dalam membeli bahan pangan... pengusaha pangan harus tau tips dan trick untuk mengembalikan kepercayaan konsumen, pihak pemerintah pun harus ikut andil dalam Penegakan Regulasi Pangan Halal di Era Perdagangan Bebas Seminar Nasional + + lomba poster dan pameran pangan “Halal Food for Global Market” Widyaloka Convention Hall, Universitas Brawijaya Malang, 13 Maret 2008 Jam :08.00 WIB
Pemateri : Dirjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Departemen Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sugijanto, Apt, MS (Ketua LPPOM Jawa Timur) Puspo Wardhoyo, (Pemilik Ayam Bakar Wong Solo)* Komentar (4) | Favorit (135) | Kutip artikel | Hits: 2172 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 20 February 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
| |
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Wednesday, 20 February 2008 |
|
Oleh: Sucipto* Kondisi ketahanan pangan bangsa Indonesia di awal 2008 ini sungguh memprihatinkan. Indonesia yang kaya sumber daya alam, dengan tanah yang subur dan laut yang luas, mestinya menjadi negeri agraris dan maritim yang handal. Namun hingga saat ini masih menjadi negara pengimpor produk pertanian terbesar di dunia. Hal ini terlihat dari menurunnya tingkat produktivitas beberapa komoditas penting seperti kedelai, tebu, beras dan cepatnya konversi lahan pertanian untuk keperluan lain. Bila terus terjadi maka Indonesia benar-benar masuk dalam jebakan pangan (food trap), yang akan memperlemah ketahanan nasional. Kekawatiran ini ternyata sekarang terjadi sehingga harga dan pemenuhan kebutuhan pokok warga berbasis pertanian sudah di dikendalikan oleh negara lain.
Komentar | Favorit (120) | Kutip artikel | Hits: 1759 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Thursday, 27 March 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 25 - 36 dari 63 |