|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 17 March 2008 |
Organisasi perdagangan dunia atau world trade organization (WTO) dinilai lebih berorientasi pada perdagangan liberal dan kapitalis sehingga menimbulkan ketidakadilan. " Perdagangan liberal mendorong yang kuat mengalahkan yang lemah. Sedangkan perdagngan kapitalis mendorong pemiliki modal besar menguasai pasar," kata Kepala Bidang Sosialisasim Pelatihan dan Kerjasama Lembaga Pengawawsan Pangan dan Obatan-obatan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia, Nur Wahid dalam Training, Expor dan Seminar Pangan 'Getting Rich Through The Natural Resources' Minggu (25/11) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Acara ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Diploma Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Analisis Kimia, Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dan Badan Eskutif Mahasiswa Diploma IPB. Komentar (2) | Favorit (107) | Kutip artikel | Hits: 1500 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 26 March 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 17 March 2008 |
|
Responding to growing demand from thousands of Muslim travelers every day, on February 1, 2008, Thai Airways International Public Company Limited signed an MoU with the Islamic Committee of Samut Prakarn Province to receive permission for usage of the Halal Logo by Central Islamic Committee of Thailand. This means that Thai Airways International’s “Halal” kitchen is now fully certified to ensure conformity with the permissible dietary requirements under Islamic law. “Halal” food is the Islamic equivalent of the Jewish “kosher” food, and has to meet its regulatory standards at every step from purchasing to production and preparation. Komentar | Favorit (103) | Kutip artikel | Hits: 1616 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Friday, 15 May 2009 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Wednesday, 20 February 2008 |
|
Masih ingatkah kita pada kasus… Bakso tikus yang dijual dengan nama bakso sapi... Sejumlah Marsh mallow import yang beredar di Indonesia , mengandung gelatin yg ternyata dari babi Belum lagi ayam potong yg dijual di sejumlah pasar tradisional Indonesia, ternyata ayam mati kemaren alias bangkai!!! Dan masih banyak lagi kasus yang masih belum terungkap… namun kasus tersebut sudah membuat dunia bisnis pangan menjadi ”gonjang-ganjing” Konsumen harus lebih waspada dalam membeli bahan pangan... pengusaha pangan harus tau tips dan trick untuk mengembalikan kepercayaan konsumen, pihak pemerintah pun harus ikut andil dalam Penegakan Regulasi Pangan Halal di Era Perdagangan Bebas Seminar Nasional + + lomba poster dan pameran pangan “Halal Food for Global Market” Widyaloka Convention Hall, Universitas Brawijaya Malang, 13 Maret 2008 Jam :08.00 WIB
Pemateri : Dirjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Departemen Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sugijanto, Apt, MS (Ketua LPPOM Jawa Timur) Puspo Wardhoyo, (Pemilik Ayam Bakar Wong Solo)* Komentar (4) | Favorit (125) | Kutip artikel | Hits: 1969 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 20 February 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
| |
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Wednesday, 20 February 2008 |
|
Oleh: Sucipto* Kondisi ketahanan pangan bangsa Indonesia di awal 2008 ini sungguh memprihatinkan. Indonesia yang kaya sumber daya alam, dengan tanah yang subur dan laut yang luas, mestinya menjadi negeri agraris dan maritim yang handal. Namun hingga saat ini masih menjadi negara pengimpor produk pertanian terbesar di dunia. Hal ini terlihat dari menurunnya tingkat produktivitas beberapa komoditas penting seperti kedelai, tebu, beras dan cepatnya konversi lahan pertanian untuk keperluan lain. Bila terus terjadi maka Indonesia benar-benar masuk dalam jebakan pangan (food trap), yang akan memperlemah ketahanan nasional. Kekawatiran ini ternyata sekarang terjadi sehingga harga dan pemenuhan kebutuhan pokok warga berbasis pertanian sudah di dikendalikan oleh negara lain.
Komentar | Favorit (111) | Kutip artikel | Hits: 1573 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Thursday, 27 March 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Wednesday, 30 January 2008 |
|
Oleh : dr. Nurul Muzayyanah* Seakan tak percaya dengan apa yang terjadi pada anaknya. Sang ibunda yang biasanya sangat sibuk dengan kegiatan sosialnya mendapatkan anaknya dalam keadaan sakaw di kamarnya. Keadaan itu tidak sengaja diketahui ketika tiba-tiba ibu membatalkan agenda kegiatannya dan bermaksud kembali kerumah tanpa memberitahukan kepulangannya kepada anak-anaknya. Yang paling memilukan bagi sang ibu adalah ternyata kesibukannya dalam kegiatan pemberantasan anti narkoba kini mendapatkan anaknya sendiri telah menjadi budak benda haram tersebut.Ya Tuhan…. Itulah sekelumit cerita yang memberi kesan kepada kita ternyata narkoba tidak hanya menjadi momok sekelompok masyarakat pemuja dunia gemerlap, keluarga broken home, remaja yang terjebak dengan pergaulan bebas, para penjaja seks tapi juga menyentuh keluarga tradisional (lengkap ortunya), keluarga dengan status pendidikan yang cukup serta keluarga dengan religius yang tinggi.
Komentar (4) | Favorit (78) | Kutip artikel | Hits: 2305 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 06 February 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Sunday, 18 November 2007 |
 Halal, bukan hanya tidak mengandung babi. Banyak bahan-bahan yang haram untuk dikonsumsi, misalnya arak, minuman yang mengandung alkohol, binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Namun, tidak semua muslim di Batam belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk ini. Sehingga, kesadaran umat Islam untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang halal dan thoyib ini masih rendah.
Pemilik Audya Seow Cake & Bakery Shop, Belia Van Sarbinas mengatakan banyak masyarakat Batam yang masih menggunakan rum untuk pembuatan kue seperti black forest. Padahal, ia telah menyarankan kepada pelanggan untuk menggunakan bahan pengganti yang telah bersertifikat halal. ’’Namun mereka masih ngotot untuk menggunakan bahan yang menggunakan rum untuk bahan kuenya. Sehingga kue yang dibuat tersebut otomatis menjadi haram untuk dikonsumsi,’’ paparnya.
Komentar | Favorit (83) | Kutip artikel | Hits: 1155 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Saturday, 08 August 2009 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 25 - 36 dari 61 |