Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to halalsehat.com
Advertisement

Login



lupa password? Belum Daftar? Daftar Baru!

Informasi

Selamat datang di situs halalsehat.com, situs ini ingin mendorong peneliti, produsen, distributor, konsumen, dan pemilik kebijakan untuk berkontribusi dalam mengembangnkan, memproduksi, mendistribusikan, dan menggunakan produk halal dan sehat. Kami siap melakukan sharing dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Komentar Terbaru

SEKS BEBAS, HIV/AIDS , NARKOBA DAN GENERASI BANGSA...
sex bebas
:cry jgn smpe deh sya terjerumus k dlm prgaulan bebas sangat merugikan dri sendiri
21/06/10 03:56 Baca...
By nurlaila

DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
mau tanya
pacaran itu sebnernya boleh ap gak? :( :zzz :?
18/06/10 04:38 Baca...
By lophie

PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: BAGAIMANA ...
Ust Syarif gmn kabarnya? Kpn ke malang? Afwan no rekening ant berapa? ana msh punya tanggungan ke an...
15/06/10 03:59 Baca...
By Arifin

DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
memang pergaulan membawa dampak lebih besar dalam kehidupan remaja, oleh sebab itu peran ORTU juga s...
14/06/10 03:24 Baca...
By yohan wibisono

10 KIAT HIDUP SEHAT TANPA OBAT
nice info 'n tips, thx for sharing....: )
14/06/10 03:14 Baca...
By yohan wibisono

Parfum, Bukan Sekedar Alkohol
tanya
adakah daftar nama dan merk parfum yang aman/ halal/ tidak najis yang terbebas dari faktor2 yang men...
03/06/10 06:19 Baca...
By maulana

Kiat Menambah Penghasilan Keluarga Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Dipublikasikan oleh syarif   
Friday, 04 January 2008

Oleh :Ir. Rezkiana Rahmayanti ; Penulis adalah pemerhati masalah keluarga

 

 وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. (QS at-Taubah [9]: 71).

 Krisis keuangan dapat dialami keluarga manapun, termasuk keluarga Muslim. Apalagi dengan kezaliman penguasa saat ini yang menaikkan harga BBM, yang telah memukul masyarakat, tak terkecuali keluarga Muslim. Akibatnya, kebutuhan keluarga baik kebutuhan primer, sekunder apalagi tersier sangat sulit untuk dapat dipenuhi. Namun demikian, kepala keluarga dari keluarga-keluarga Muslim menyadari betul, bahwa Allah Swt. telah membebani mereka untuk bertanggung jawab mencari nafkah (QS al-Baqarah [2]: 233). Nabi saw. bahkan bersabda: 

 

1. Mengatur pengeluaran keluarga secara efektif dengan menerapkan prinsip prioritas. 

  1. Para istri/ibu saat ini dihadapkan pada berbagai kesulitan, di antaranya dalam mengatur anggaran belanja rumahtangga. Harga-harga kebutuhan pokok melangit hingga memaksa istri/ibu harus berhitung konsentrasi antara kecukupan gizi keluarga dan anggaran yang tersedia. Belum lagi dihadapkan pada harga pakaian anak-anak yang mahal, pemilikan rumah layak huni yang tidak terjangkau, pendidikan anak-anak dan biaya kesehatan yang tidak murah, dll. Semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pada saat yang sama, penghasilan suami tidak bertambah. Tentu, para istri/ibu Muslimah dituntut memiliki prioritas yang jelas dalam mengelola keuangan dengan mengikuti prioritas dalam tuntunan syariah: pembelanjaan yang wajib didahulukan, lalu yang sunnah, baru kemudian yang mubah. Istri/Ibu juga sangat diharapkan bisa kreatif dalam mengelola pendapatan keluarga, termasuk mengolah makanan. Ibu dapat mengolah bahan makanan yang sederhana menjadi makanan yang lezat dan mengundang selera makan anggota keluarga. Begitu juga untuk pekerjaan rumah. Saat suami/kepala keluarga tidak mampu menyediakan pembantu, seorang istri/ibu dengan ringan tangan dan cekatan mengatur waktu dalam melakukan pekerjaan rumahtangga tanpa menuntut secara berlebihan kepada suami. Dorongan akidahlah yang mendominasi ibu/istri dalam merawat rumah (rabb al-bayt) agar senantiasa bersih dan tertata dengan baik sehingga membuat anggota keluarga merasa nyaman dan betah di dalam rumah. Cukuplah Fatimah ra. sebagai suri teladan bagi para istri/ibu dalam hal kesabaran dan keuletannya mengurus rumah tangga, dalam keadaan memiliki kekurangan finansial.
  2. Sikap istri/ibu Muslimah saat keluarga mengalami kekurangan finansial adalah sabar dan ikhlas, tidak menuntut suami karena dorongan seleranya atau selera tetangga sekalipun mereka selalu memprovokasi untuk membeli ini-itu yang tidak sejalan dengan tuntunan syariah. Kecerdasan seorang istri/ibu sangat diperlukan untuk memberi penjelasan kepada tetangga dan anak-anak, bahwa hidup ini bertujuan untuk menaati Allah Swt. secara keseluruhan. Karena itu, segala keperluan yang mengarah pada tegaknya kewajiban untuk taat kepada-Nya harus didahulukan. Misal: membeli buku-buku yang relevan untuk memahami Islam, membeli peralatan belajar atau pakaian syar‘i, membiayai transportasi untuk menjalani dakwah, harus lebih didahulukan daripada membeli perlengkapan bermain (yang tidak mendidik) dan hiburan.
  3.  
  4. 2. Mencarikan berbagai informasi tentang berbagai alternatif pekerjaan/pekerjaan sampingan bagi suami.
  5. Istri/ibu dapat juga berperan mencarikan berbagai informasi tentang alternatif pekerjaan yang dapat dilakukan oleh suami/kepala keluarga tanpa harus mengorbankan waktu untuk akivitas penting lainnya. Hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan, karena istri/ibu yang memiliki interaksi yang tinggi dengan ibu-ibu yang lain (apakah dalam aktivitas dakwah, menuntut ilmu maupun kegiatan-kegiatan sosial) dapat mencari info mengenai berbagai peluang yang dapat dilakukan suami tanpa harus merasa malu. Istri/ibu yang dapat mengakses internet dapat mencarikan berbagai informasi lowongan pekerjaan melalui situs internet. Ia juga bisa mencarikan lowongan pekerjaan bagi suami melalui jalur kekerabatan dalam keluarga besar.

  6. 3. Membantu menambah penghasilan keluarga.

Pada saat alternatif-alternatif di atas belum memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi krisis keuangan keluarga, maka istri/Ibu dapat membantu secara langsung (bekerja). Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama: kewajiban mencari nafkah tetap pada suami, bukan pada istri; istri sekadar membantu (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 34).Kedua: harus disadari bahwa bekerja bagi perempuan hukumnya mubah saja, bukan wajib. Artinya, bekerja bagi istri/ibu hanyalah pilihan; bisa dilakukan atau tidak. Suami/kepala keluarga tidak berhak memaksa istri untuk bekerja. Jika ini terjadi berarti suami telah telah menzalimi istrinya.Ketiga: Saat istri/ibu memilih bekerja demi menambah penghasilan keluarga tidak berarti kewajiban sebagai Ibu/manager rumahtangga (ummu wa rabb al-bayt) terbebaskan; tidak dibenarkan ia meminta keringanan untuk meninggalkan kewajiban-kewajiban yang lainnya. Misal: karena ia bekerja, urusan mendidik anak diserahkan kepada pembantu; karena alasan bekerja, ia meminta kelonggaran untuk tidak berdakwah. Karena itulah, istri/ibu sangat diharapkan cerdas dalam memilih jenis pekerjaan; tidak menyita waktu dan energi yang banyak. Misal: bekerja paruh waktu, bekerja dengan pekerjaan yang dapat dilakukan di rumah, membuka usaha bersama suami; dll. Dalam kondisi istri ikut bekerja, akan sangat arif sekali jika suami pun membantu pekerjaan istri di rumah jika mungkin untuk dilakukan. Misal: bapak dapat mempersiapkan perlengkapan pakaian sendiri untuk ke kantor, membantu memandikan anak, bergantian bersama istri menemani anak belajar, dan lain-lain.

Keempat: memilih pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Dalam hal ini, jangan sampai demi membantu suami, seorang istri bekerja dengan melanggar syariah. Suami juga harus harus memastikan apakah pekerjaan yang dipilih istrinya dibenarkan oleh syariah. Sebelum menerima suatu pekerjaan, pastikan kejelasan akad dalam hal jenis pekerjaan, jumlah jam kerja perhari, berapa hari perminggu, kesesuaian jumlah gaji, pekerjaan tersebut tidak mengandung riba, dll. Islam telah memberikan alternatif bagi Muslimah untuk bekerja terkait dengan bidang pendidikan dan kesehatan. Kedua bidang ini adalah yang terdekat dengan kodrat kewanitaan. Selain itu, Muslimah yang bekerja juga harus memperhatikan suasana dan tempat bekerja. Misal: tempat bekerjanya tidak menyuburkan terjadinya percampuran antara laki-laki dan perempuan (ikhtilat) serta khalwat (bersepi-sepi dengan lawan jenis yang bukan mahram); harus menutup aurat; tidak ber-tabarruj; tidak melakukan safar tanpa ditemani mahram; dll.

Kelima: Senantiasa menjalani seluruh aktivitas dengan motivasi ruhiah (dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWt.), bukan karena materi semata. Seorang istri/ibu yang bekerja demi membantu suami tidak akan terjebak dalam suasana konsumtif dan hedonis (hura-hura dalam menghamburkan uang). Ia tetap menyadari bahwa bekerja hanyalah aktivitas sementara yang dilakukan dalam rangka membantu tercukupinya kebutuhan-kebutuhan dalam standar yang dibenarkan oleh syariah.  

sumber : http://www.hizbut-tahrir.or.id/al-waie/index.php/2007/07/02/kiat-menambah-penghasilan-keluarga/

 


Favorit (91) | Kutip artikel | Hits: 2219

Komentar (3)
RSS comments
1. Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya pd 07-01-2008 08:04 - Guest
 
 
bagus juga ni artikelnya. lagi bingung juga ni cari kerja tambahan buat nyukupin biaya keluarga. bagi-bagi info dong, :)
 
2. Ditulis oleh sari pd 16-01-2008 01:55 - Guest
 
 
cocok banget
8) :p cocok banget nih bagi gue yang baru lulus tapi sulit cari kerja, tapi sulit juga cari kerja sesuai dengan syariah
 
3. Ditulis oleh Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya pd 22-03-2009 13:52 - Registered
 
 
Peluang usaha yg patut dicoba
Perusahaan Nutrisi Internasional, dg reputasi dibidang kesehatan selama 29th di 70 negara, produknya telah disertifikasi halal MUI 
 
Kalau Extra income kenapa tidak dicoba..Salam Sehat 
Bahsis/08159700690
 

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 16 January 2008 )
 
Selanjutnya >

admin

Haris
Sucipto

ShoutBox

This is not a Login form

Name:

Message:

Statistik Pengunjung

Hari Ini116
Kemarin165
Minggu Ini968
Bulan Ini2224
Semua Mulai Januari238485