Artikel
| Penelitian |
| Belanja Halal |
| Pangan Halal Aman |
| Kosmetik Sehat |
| Pangan Organik |
| Pangan halal sehat |
| Obat Halal |
| Seni Halal |
| Keluarga Sehat |
| Peraturan Perundangan |
Informasi
Komentar Terbaru
| DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA * |
| :grin ;) 8) :p :roll :eek :upset :zzz :sigh :? :cry :( :x |
| 22/02/10 07:46 Baca... |
| By sylvia dita anggraini |
| DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA * |
|
BAGAIMANA CARA MENGANTISIPASI HAL YANG S GIMANA CARA.A BYAR QTA GGA KAYAK GTU LAGI.. COZZZ. KDANG PNGN TOLAK TPI GA BSA AL.A MANUSIA ITU GA... |
| 14/02/10 13:19 Baca... |
| By ACUNG |
| Menganalisa DNA Babi dalam Makanan |
|
gliserin Mohon info tentang gliserin dan produk- produk kosemtika yang mengandung gliserin. trimakasih :) |
| 13/02/10 06:43 Baca... |
| By winda |
| Menganalisa DNA Babi dalam Makanan |
|
produk haram dan syubhat di sekitar kita tolong saya diberi info makanan ringan apa saja yang mengandung bahan kimia berbahaya termasuk aspar... |
| 09/02/10 04:38 Baca... |
| By mira ar |
| DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA * |
| bagaimana cara menanggapi persoalan yg demikian? :) |
| 08/02/10 07:51 Baca... |
| By erna wati |
| DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA * |
|
dosa atau tidak dosa ga klo orang ngelakuin kaya gitu??????? alasannya!!! apa memeng di larang agama??? :sigh :... |
| 04/02/10 12:12 Baca... |
| By tiez |
| Peduli Keamanan Daging Kurban |
|
|
|
| Dipublikasikan oleh syarif | ||||||
| Thursday, 26 November 2009 | ||||||
|
Oleh: Sucipto
PENYEMBELIHAN hewan kurban merupakan ibadah yang penuh makna. Dimensi ketuhanan dan kemanusiaan sangat diharapkan bisa muncul dari ibadah tersebut. Namun, selama ini masih sedikit yang peduli aspek kesejahteraan hewan, keamanan daging, dan distribusinya. Pra penyembelihan, kesehatan hewan kurban sering tak diperiksa, ditampung di ruang terbuka, panas dan hujan langsung. Saat penyembelihan, hewan dijatuhkan beramai-ramai tanpa perikehewanan. Pasca penyembelihan, daging diletakkan dan dikemas ala kadarnya. Belum lagi keamanan bagi penerimanya. Sesuaikah itu dengan ajaran Tuhan? Keamanan Daging Daging dikatakan aman jika tak ada penyakit atau residu yang berpotensi mengakibatkan penyakit atau mengganggu kesehatan manusia. Tiga potensi cemaran daging adalah pertama, cemaran fisik akibat minimnya sanitasi. Tempat ternak becek dan tak terawat. Badan ternak tak dibersihkan sebelum disembelih. Daging dipotong beralas kayu, diletakkan di karung kotor. Akibatnya, daging kurban tercemar potongan kayu, kerikil, dan pasir. Kondisi itu berulang di kampung-kampung. Tiada rasa bersalah. Kedua, cemaran kimia. Pemberian hormon pertumbuhan dan antibiotik berlebih saat pemeliharaan hewan. Pakan tercemar pestisida, herbisida, dan fungisida. Selain itu, bahan pencuci pisau, tangan penyembelih, dan pemotong daging ikut tercemar. Demikian juga kemasan plastik kresek non food grade selama distribusi. Ketiga, cemaran biologi akibat ternak atau daging terinfeksi mikroba penyebab penyakit. Di antaranya, Salmonella sp., Bacillus anthracis, Caliform, Escherichia coli. Toksin jamur Clostridium botulinum, Staphyococcus aureus, Mycotoxin juga berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ternak cysticercosis berupa larva cacing pita berbentuk gelembung cairan, distomatosis atau cacing hati saluran empedu, pneumonia atau radang parenkim paru-paru, paramphistomiasis atau cacing perut besar berwarna merah seperti biji mentimun dan demodecosis (parasit pada kulit) masih dijumpai saat penyembelihan. Tahun lalu sidak Dinas Pertanian Kota Probolinggo menemukan sebagian besar hewan kurban yang dijual berpenyakit pink eyes. Terdapat belek di dua matanya (Radar Bromo, 05/12/08). Di Bantul, Jogja, ditemukan 3 di antara 26 kambing memiliki paru-paru rusak dan tak layak konsumsi. Persiapan Hewan Kurban Pemeliharaan hewan memengaruhi kualitas daging. Nabi SAW menentukan hewan kurban. ''Empat macam ternak yang tidak diperbolehkan untuk kurban, yaitu memiliki mata buta, sakit, pincang, atau cacat dan tua (HR Bara' bin Azib)" Seharusnya, ajaran itu mendorong kesungguhan kita memelihara hewan kurban. Kesejahteraan hewan mutlak diperhatikan. Kita kenal traceability untuk menelusuri asal bahan pangan agar diperoleh produk berkualitas. Bibit ternak, kandang, pakan, dan obat perlu dikontrol. Penyakit seperti antraks, cemaran pestisida di pakan, hormon pertumbuhan, dan antibiotik berlebih terkendalikan. Kita perlu dukung model ternak berkelompok seperti "Kampoeng Ternak" yang melibatkan lebih dari 1.564 petani dan peternak miskin di 18 provinsi. Kontrol kesehatan hewan akan lebih baik, meski perlu ditingkatkan. Selain itu, pemeriksaan ternak di tempat penjualan oleh dinas terkait terus diperluas. Dari sini diperoleh hewan yang sehat. Penanganan dan Distribusi Keamanan daging kurban juga ditentukan oleh penanganan dan distribusinya. Saat ini, sering dijumpai tempat penyembelihan kurang layak. Itulah titik kritis keamanan yang perlu alternatif penanganan. Secara literal Islam membatasi pemotongan kurban pada Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik' (10, 11, 12, 13 Zulhijah), namun tak membatasi pembagiannya. Riwayat Aisyah r.a. "Dahulu kami biasa mengasinkan (mengawetkan) daging kurban sehingga kami bawa ke Madinah, tiba-tiba Nabi SAW bersabda, 'Janganlah kalian menghabiskan daging kurban hanya dalam waktu tiga hari'," (HR Bukhari-Muslim). Itu menguatkan bolehnya mengolah hasil kurban. Berdasar kecintaan kita pada si miskin, mestinya kebiasaan kurang baik di atas diubah. Misalnya, melibatkan rumah potong hewan (RPH) dan industri pengolahan daging. Penyembelihan di RPH bersertifikat menjamin higienitas. Tempat penampungan hewan, pemotongan, dan penanganan daging terpisah. Penyembelihnya terlatih. Pemeriksaan pra dan pasca pemotongan terkontrol. Industri pengalengan dapat dikontrak mengalengkan daging kurban. Makkah dan Eropa biasa melakukannya. Di Indonesia pada 2005, Yayasan Dana Sosial AL-Falah (YDSF) Surabaya bekerja sama RPH dan industri berpengalaman mengalengkan daging kurban. Dari 250 ekor kambing dan 5 ekor sapi, dihasilkan 18.500 kaleng kornet berbagai rasa berdaya simpan sekitar tiga tahun untuk korban bencana Aceh. Demikian pula Rumah Zakat Indonesia (RZI) dan Tebar Hewan Kurban-Dompet Duafa (THK-DD). Usaha kecil menengah (UKM) juga dapat dilibatkan. Misalnya, membuat dendeng atau olahan daging sesuai kesukaan masyarakat sasaran berdaya simpan lama. Langkah itu tak hanya menjamin keamanan daging, tetapi juga memperluas distribusi ke daerah rawan gizi dan memberdayakan UKM. Penumpukan daging kurban di kota besar, seperti Jabodetabek dan Surabaya, tersalurkan ke daerah lain. Rintisan YDSF, RZI, dan THK-DD perlu diperluas. Upaya meningkatkan kemanan daging kurban perlu kerja keras. Integritas semua pihak sepanjang rantai pasok kurban sangat dibutuhkan. Jejaring kerja sama antarpihak berkompeten perlu segera dijalin. Petunjuk teknis pemeliharaan hewan, pemilihan, penyembelihan, penanganan, dan distribusi kurban harus dimasyarakatkan. Tanpa menafikan kebersamaan penyembelihan kurban, lebih baik melibatkan RPH dan industri pengolahan daging. Ormas Islam, lembaga sosial, dan pemuka masyarakat perlu memeloporinya. Dari sini pengorbanan kita akan lebih bermakna. (*) *) Sucipto STP MP , dosen dan peneliti Teknologi Industri Pertanian (TIP) FTP Universitas Brawijaya, sedang menempuh S-3 di TIP IPB Favorit (27) | Kutip artikel | Hits: 177
Beri Komentar
|
||||||
| Terakhir kali diperbaharui ( Saturday, 19 December 2009 ) | ||||||
| Selanjutnya > |
|---|
Artikel Populer
- DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
- SEKS BEBAS, HIV/AIDS , NARKOBA DAN GENERASI BANGSA*
- PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: BAGAIMANA MENYIKAPINYA? *
- PERKEMBANGAN ORGAN REPRODUKSIREMAJA(Telaah Metode Pendidikan Seks pada Remaja) *
- PRODUK HARAM DAN SYUBHATDI SEKITAR KITA, PEDULIKAH ? *
- Memilih kosmetik Aman dan Halal
- 10 KIAT HIDUP SEHAT TANPA OBAT
- Tedriya. Ide Rental Perlengkapan Bayi Pertama di Indonesia
ShoutBox
Statistik Pengunjung
| Hari Ini | 151 |
| Kemarin | 495 |
| Minggu Ini | 1132 |
| Bulan Ini | 4567 |
| Semua Mulai Januari | 181192 |








