Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to halalsehat.com
Advertisement

Login



lupa password? Belum Daftar? Daftar Baru!

Informasi

Selamat datang di situs halalsehat.com, situs ini ingin mendorong peneliti, produsen, distributor, konsumen, dan pemilik kebijakan untuk berkontribusi dalam mengembangnkan, memproduksi, mendistribusikan, dan menggunakan produk halal dan sehat. Kami siap melakukan sharing dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Komentar Terbaru

SEKS BEBAS, HIV/AIDS , NARKOBA DAN GENERASI BANGSA...
sex bebas
:cry jgn smpe deh sya terjerumus k dlm prgaulan bebas sangat merugikan dri sendiri
21/06/10 03:56 Baca...
By nurlaila

DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
mau tanya
pacaran itu sebnernya boleh ap gak? :( :zzz :?
18/06/10 04:38 Baca...
By lophie

PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: BAGAIMANA ...
Ust Syarif gmn kabarnya? Kpn ke malang? Afwan no rekening ant berapa? ana msh punya tanggungan ke an...
15/06/10 03:59 Baca...
By Arifin

DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REMAJA *
memang pergaulan membawa dampak lebih besar dalam kehidupan remaja, oleh sebab itu peran ORTU juga s...
14/06/10 03:24 Baca...
By yohan wibisono

10 KIAT HIDUP SEHAT TANPA OBAT
nice info 'n tips, thx for sharing....: )
14/06/10 03:14 Baca...
By yohan wibisono

Parfum, Bukan Sekedar Alkohol
tanya
adakah daftar nama dan merk parfum yang aman/ halal/ tidak najis yang terbebas dari faktor2 yang men...
03/06/10 06:19 Baca...
By maulana

Mentan Berharap Indonesia Sebagai Pusat Produk Halal Dunia Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Dipublikasikan oleh syarif   
Friday, 12 December 2008
Rabu, 3 Desember 2008

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar  sangat potensial menjadi pusat produk halal dunia. Demikian diungkap Menteri Pertanian Anton Apriantono dalam 2nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (MIT-GT) International  Halal Science Symposium 'Scientific Approach towards Halalness Authentication' Selasa (2/12) di IPB International Convention Center.  "Indonesia memiliki sumberdaya memadai. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang menggodok Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Semoga bisa segera disahkan," kata Mentan.  Menurut Mentan, penentuan kehalalan produk halal di Indonesia memiliki kekuatan lebih dibanding negara lain.  Penentuan produk halal di Indonesia melibatkan berbagai komponen diantaranya: para ilmuwan, akademik, ahli agama, ulama, lembaga pengawas atau pemeriksa, birokrat, komisi fatwa dan sebagainya.

 


 

RUU Jaminan Produk Halal ini merupakan satu-satunya UU produk halal pertama di dunia. Dengan adanya UU Jaminan Mutu Halal, produk halal memiliki payung hukum positif di Indonesia.  Disamping itu, pemerintah diminta mengharuskan produk yang beredar di pasar dan diperuntukkan bagi konsumen umat Islam di Indonesia bersertifikasi halal. Mentan menghimbau masyarakat agar proaktif mengawal, mendorong  dan memberikan masukan terhadap RUU Jaminan  Produk Halal.

 

"Produk-produk tidak halal dan diperuntukkan untuk non muslim, nantinya akan diberikan label khusus." Produk halal dan baik serta menyehatkan merupakan kebutuhan pokok umat Islam sebagai bagian keimanan. "Banyak produk  subhat (tidak jelas status kehalalannya) beredar di pasar. Ini membuat konsumen muslim ragu dan kurang nyaman.  Dengan adanya hukum positif jaminan produk halal, sertifikasi akan jauh lebih ringan," tutur Mentan.

 

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc mengatakan sertifikasi produk halal akan mengurangi perselisihan dan kebingungan umat Islam Indonesia. Diharapkan sertifikasi halal akan meningkatkan keimanan umat Islam. "Diperlukan kerjasama apik antara para ilmuwan, akademisi, ahli agama, auditor dan berbagai pihak untuk menetapkan quality assurance produk halal."  Rektor IPB menyampaikan beberapa dosen IPB, selama ini, telah menjabat sebagai  auditor  Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). IPB juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak membentuk Halal System Center (HSC).

 

Ketua Panitia Simposium Internasional, Dr.Ir.Anas Miftah Fauzi, M.Eng menyampaikan simposium internasional halal kedua ini diselenggarakan tiga negara Malaysia diwakili Universitas Putra Malaysia, Indonesia diwakili IPB, Thailand diwakili University of Chulalongkorn. "Kami melakukan kerjasama riset produk halal, pertukaran peneliti, pengajar, pertukaran informasi dan pelatihan khususnya di bidang standarisasi analisis." Tujuan simposium ini diantaranya untuk mengembangkan  prosedur analisis sebagai informasi pengawasan dan penetapan sertifikasi  halal, serta pengembangan keilmuan atau science di bidang halal. Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB sekaligus Koordinator Halal System Center IPB ini menceritakan hasil sharing informasi  di Thailand dan Malaysia.

 

" Thailand telah mengembangkan teknologi finger printing atau pengujian DNA babi. DNA babi sangat khas. Teknologi ini sangat berguna untuk mengindentifikasi adanya daging babi dalam statu produk pangan," urai Dr. Anas. Thailand juga mengembangkan pengujian asam lemak untuk mengidentifikasi produk tidak halal.

 

Di Indonesia, khususnya IPB, menurut Dr.Anas, memiliki sumberdaya manusia yang sangat capable menangani produk halal dibanding Thailand. Hanya saja karena support pemerintah Thailand tinggi terhadap bidang produk halal sebagai salah satu peluang pasar, Thailand memiliki teknologi yang lebih canggih.

 

 

Simposium ini menghadirkan pembicara Prof.Winai Dahlan dari University of Chulalongkorn Thailand, Prof.Yaakob Che Man dari University Putra Malaysia, Dr.Zaenal Alim Mas'ud, DEA (IPB), Dr.Nadratuzzaman H, Ph.D (LPPOM-MUI), S.Hermanto (Universitas Islam Negeri), Drs.Abdul Rahman, Apt.M.Sc (Universitas Gajah Mada/UGM), Dr.Yunianta (Universitas Brawijaya), Dr.Muladno (IPB), Dr.Mulyorini (LPPOM MUI), Dr.Hasim (IPB), Dr.Didik Purwadi (UGM), Adrian Pramono (Universitas Diponegoro/UNDIP), Dr.Feri Kusnandar (IPB), Prof.Umar Santoso (LPPOM MUI Yogyakarta dan UGM). Moderador dalam kesempatan tersebut antara lain: Dr.Irawadi Jamaran, Prof.Anwar Nur dan Dr.Khaswar Syamsu. Notulen yakni Dr.Nugraha E.Suyatma, Dr.Ir.Hanifah Nuryani Lioe, dan Dr.Fahim M.Taqi. (ris)

 

Sumber :www.ipb.ac.id 


Favorit (102) | Kutip artikel | Hits: 891

Komentar
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

admin

Haris
Sucipto

ShoutBox

This is not a Login form

Name:

Message:

Statistik Pengunjung

Hari Ini141
Kemarin165
Minggu Ini993
Bulan Ini2249
Semua Mulai Januari238510