Allah SWT berseru, ”Makanlah dari makanan yang baik dan buatlah anakmu saleh.”
Seruan itu mengingatkan kita pada pentingnya kehati-hatian dalam memilih makanan. Kehatian-hatian itu makin relevan mengingat makanan jajanan anak saat ini sangat bervariasi dengan tambahan aneka hadiah, kemasan menarik, dan harga terjangkau. Aneka jenis jajanan itu tak hanya diproduksi di dalam negeri, tapi ada yang dari luar negeri.
Kenyataan itulah mendorong Dr Ir Heny Nuraini, MSi menyusun buku untuk memandu orangtua dalam memilih makanan jajanan anak yang sehat dan halal. Staf pengajar di Jurusan Ilmu Produksi Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini tak hanya mengungkapkan hukum agama yang berkaitan dengan manakan halal, tapi juga menelusuri titik-titik kritis suatu produk makanan dari sisi kesehatan dan kehalalan.
Dalam bukunya yang diterbitkan oleh QultumMedia, anggota Tim Ahli Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menuntun bagaimana upaya untuk menerapkan konsep sehat dan halal pada anak-anak. Misalnya, bagaimana mengenali nama bahan yang haram dan halal dalam makanan atau mengenalkan konsep sehat dan halal pada anak serta tips membuat makanan sehat.
Memilih dan Membuat Jajanan Anak yang Sehat dan Halal hanya satu dari sejumlah buku yang memandu orangtua dalam mengantar anak menuju sehat. Sejumlah penerbit menyusun buku-buku panduan praktis bagi orangtua menghadapi perubahan yang terjadi pada bayi dan anak-anak.
Kawan Pustaka, contohnya. Penerbit ini menerbitkan berbagai jenis buku kesehatan anak dalam mengatasi sejumlah penyakit yang kerap menyerang bayi dan anak-anak. Bahkan, sebuah situs menyediakan buku kesehatan anak — juga buku mengenai pendidikan anak — yang bisa diakses lewat internet.
Tak hanya soal makanan, beberapa buku lainnya memandu orangtua dalam mengantisipasi penyakit yang kerap menyerang anak. Sebutlah, misalnya alergi karena makanan, mengatasi diare dan keracunan, mencegah dan mengatasi deman, atau panduan P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) pada balita.
Memang, sering kali orangtua bingung bila melihat kulit bayinya yang tampak kemerahan-merahan. Kebingungan biasanya kian menjadi-jadi karena si buah hati terus menangis, disertai sesekali buang air kecil. Setelah dibawa ke dokter, si kecil diketahui terkena alergi. Hal yang sama bisa dirasakan orangtua bila si kecil-kecil tiba-tiba terserang demam, asma, atau diare. Tanpa pengetahuan yang cukup, kecemasan itu bisa berubah kepanikan.
Dr MC Wijaya, dalam pengantar bukunya, Mengatasi Diare dan Keracunan pada Balita, mengakui, semua orangtua tentu saja tidak ingin anaknya terkena diare. Namun, anak siapa yang sejak kecil tidak pernah terkena penyakit itu? ”Setiap anak pernah mengalami diare, baik yang ringan maupun yang berat,” tuturnya.
Umumnya masyarakat mengaitkan diare dengan pencemaran bakteri yang terkesan jorok. Tapi itu bukan satu-satunya penyebab. Dalam bukunya, MC Wijaya menjelaskan, diare juga bisa dari infeksi bakteri atau virus, ketidakcocokan makanan, pencemaran bakteri, makanan basi, pencemaran makanan oleh zat berbahaya, sampai kepekaan terhadap karbohidrat, lemak, atau protein.
Tak hanya menjelaskan cara mengatasi bila anak terserang penyakit, buku-buku kesehatan anak umumnya disertai panduan praktis menangani gejala-gejala penyakit tertentu yang kerap menyerang anak. Pada alergi, misalnya. Sebuah buku kesehatan anak mengawalinya dengan mengenalkan penyakit ini, mengungkapkan gejala, penyebab, dan langkah pengobatan. Di buku yang sama dijelaskan bagaimana menghidari alergen yang menjadi pangkal terjadinya alergi, hingga pemberian obat.
Demikian pula bila deman tiba-tiba menyerang anak. Di buku ini tak sekadar menjelaskan pengertian diare, gejala dan akibatnya, tapi juga panduan bagaimana mencegah anak terhindar dari penyakit tersebut. Seperti halnya buku panduan mencegah dan mengatasi alergi, di buku ini juga diuraikan petunjuk pengobatan.
Buku-buku kesehatan anak, tidak sebatas petunjuk mengatasi penyakit tertentu. Bahkan, ada penerbit yang sampai menyusun buku P3K untuk balita. Dalam buku itu tak hanya diuraikan bagaimana mencegah dan mengamankan balita dari kecelakaan sampai menyiapkan perlengkapan P3K, tapi juga panduan praktis tindakan P3K yang perlu diambil untuk berbagai penyebab dan menentukan waktu yang tepat menghubungi dokter.
Berbagai jenis buku-buku tersebut, tentu saja, bisa membantu orangtua bila anaknya tiba-tiba menghadapi masalah kesehatan. Sebagaimana diakui dalam pengantar salah satu buku kesehatan anak, penulisannya dilakukan dengan gaya populer. Gaya penulisan ini membuat lebih mudah dicerna oleh masyarakat awam, tidak njelimet sebagaimana buku kesehatan umumnya yang biasanya diperuntukkan bagi kalangan medis.
Buku-buku kesehatan anak itu seakan menjadi sempurna dengan kehadiran buku yang memandu orangtua memilih jajanan anak yang sehat dan halal. Seperti diuraikan Heny Nuraini dalam pengantar bukunya, ”Anak-anak sangat memerlukan makanan sehat yang halal dan thayyib. Karena itu, menanamkan konsep sehat dan halal pada anak sejak dini menjadi sangat penting saat ini.” n burhanuddin bella
INFO BUKU
Buku-buku baru yang diterima Redaksi Pustaka Republika dalam bulan-bulan terakhir ini adalah sbb.
1. How to Write Your Own Text Book (192 hlm) karya R Masri Sareb Putra, penerbit Kolbu (MQS Publishing), cetakan pertama, Juli 2007,
2. Pidato Jihad Paus Benedictus XVI (91 hlm) karya Rizki Ridyasmara, penerbit Pustaka Al Kautsar,Jakarta, cetakan pertama, Oktober 2006.
3. Di Puncak Cinta (152 hlm) karya Muhammad Rasyid Al-Uwayyid dan Khaulah Abdul Qadir Darwisy, penerbit Pustaka Elba, Surabaya, cetakan pertama, 2007.
No comments yet.