|
Agar Anak Mengenal Makanan/Minuman Halal |
|
|
The 2nd Indonesia Internatioanl Halal Exhibition 3-6 July 2008 |
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Wednesday, 02 July 2008 |
|
GLOBAL HALAL MARKET At this age, halal product is widely recognised to define safety and quality assurance. The halal consumers, which comprises of 1.5 billion Muslims around the globe, value the halal certification as a very important requirement. This figure includes over 180 million Muslims in Indonesia, 140 million in India, 130 million in Pakistan, 200 million in the Middle East, 300 million in Africa, 14 million in Malaysia and over 8 million in North America. Not only muslims live on halal product, demands are high even from people of diverse races and religions.
Be first to comment this article | Add as favourites (7) | Quote this article on your site | Views: 62 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Thursday, 03 July 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
PERKEMBANGAN ORGAN REPRODUKSIREMAJA(Telaah Metode Pendidikan Seks pada Remaja) * |
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 19 May 2008 |
|
Oleh: dr. Nurul Muzayyanah** halalsehat.com.Sistem organ reproduksi merupakan bagian sistem organ tubuh yang menyokong fungsi tubuh sebagaimana sistem organ pencernaan, pernafasan, pembuangan, dan lainnya. Untuk dapat berfungsi optimal memerlukan masa penyempurnaan pertumbuhan dan perkembangan. Hanya saja puncak perkembangan organ reproduksi terjadi pada masa remaja dimana manusia mengalami fase ketidakstabilan emosi. Masa ini merupakan masa transisi dari masa anak menuju kedewasaan. Perubahan secara cepat dan mendadak terutama berkaitan dengan organ reproduksinya menjadikan remaja tidak selalu mampu bersikap secara tepat terhadap organ reproduksinya. Ditambah lagi keengganan dan kecanggungan remaja untuk bertanya kepada orang tuanya dan para pendidik semakin menguatkan alasan kenapa remaja sering tidak bijak terhadap organ reproduksinya. Inilah yang mendorong remaja mencari-cari informasi sendiri untuk menambah pengetahuannya dari film, VCD porno, atau dari temannya. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35 % dari film porno, hanya 5% dari orang tua. Informasi yang tidak tepat akan mengarahkan remaja pada kegiatan tuna sosial yang merusak masa depannya. Penelitian dari synovate research, 2004 dari 450 remaja Surabaya, Jakarta, Bandung dan Medan menunujukkan 44 % mendapat pengalaman seksual usia 16-18 tahun, 16 % nya usia 13-15 tahun. Remaja sering beranggapan bahwa makna seks dieksploitasi oleh pandangan dan gaya yang tidak islami. Remaja harus berani beda dengan fenomena global life style seperti gaul tidaknya seseorang dilihat dari pengalaman seksualnya, seks sebagai sesuatu yang menyenangkan dan perlu dicoba. Komentar (1) | Add as favourites (18) | Quote this article on your site | Views: 1126 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Monday, 19 May 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: BAGAIMANA MENYIKAPINYA? * |
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 19 May 2008 |
|
Oleh : dr. Siti Nurul Muzayyanah ** halalsehat.com Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO (World Health Organization, badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Hampir semua remaja dibelahan bumi manapun, sekarang berada dalam situasi yang penuh godaan dan ujian. Perkembangan teknologi komunikasi telah menyebarkan berbagai informasi, hiburan, dan budaya. Keadaan ini tidak mungkin dibendung hanya dengan mengurung anak dirumah atau menyediakan berbagai fasilitas canggih di rumah. Karena kehidupan menuntut mereka untuk tampil luwes dan lebih bergaul dengan dunia luar. Itulah yang mendorong mereka lebih menyukai berbagai kegiatan di luar rumah seperti ke diskotik, kegiatan ekstra sekolah, berwisata, berkemah atau sekedar jalan-jalan ke maal. Komentar (1) | Add as favourites (17) | Quote this article on your site | Views: 1652 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Monday, 19 May 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
| |
|
|
Prinsip Sistem Jaminan Halal |
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 17 March 2008 |
|
Oleh : LPPOM MUI KALTIM
Perusahaan yang telah mensertifikasikan halal untuk produknya dituntut menyiapkan suatu sistem untuk menjamin kesinambungan proses produksi halal secara konsisten. Sistem inilah yang disebut sebagai sistem jaminan halal. Sistem jaminan halal (SJH) merupakan sebuah sistem yang mengelaborasikan, menghubungkan, mengakomodasikan dan mengintegrasikan konsep-konsep syariat Islam khususnya terkait dengan halal haram, etika usaha dan manajemen keseluruhan, prosedur dan mekanisme perencanaan, implementasi dan evaluasinya pada suatu rangkaian produksi/olahan bahan yang akan dikonsumsi umat Islam. Sistem ini dibuat untuk memperoleh dan sekaligus menjamin bahwa produk-produk tersebut halal. Sistem jaminan halal dibuat sebagai bagian integral dari kebijakan perusahaan, bukan merupakan sistem yang berdiri sendiri. SJH sebagai sebuah sistem pada suatu rangkaian produksi. Konsep-konsep syariat dan etika usaha akan menjadi input utama dalam SJH. SJH senantiasa akan dijiwai dan didasari kedua konsep tersebutPrinsip sistem jaminan halal pada dasarnya mengacu pada konsep Total Quality Manajement (TQM), yaitu sistem manajemen kualitas terpadu yang menekankan pada pengendalian kualitas pada setiap lini.
Be first to comment this article | Add as favourites (38) | Quote this article on your site | Views: 824 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 26 March 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Sistem Jaminan Halal Sebagai Senjata Ampuh |
|
Dipublikasikan oleh syarif
|
|
Monday, 17 March 2008 |
Organisasi perdagangan dunia atau world trade organization (WTO) dinilai lebih berorientasi pada perdagangan liberal dan kapitalis sehingga menimbulkan ketidakadilan. " Perdagangan liberal mendorong yang kuat mengalahkan yang lemah. Sedangkan perdagngan kapitalis mendorong pemiliki modal besar menguasai pasar," kata Kepala Bidang Sosialisasim Pelatihan dan Kerjasama Lembaga Pengawawsan Pangan dan Obatan-obatan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia, Nur Wahid dalam Training, Expor dan Seminar Pangan 'Getting Rich Through The Natural Resources' Minggu (25/11) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Acara ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Diploma Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Analisis Kimia, Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dan Badan Eskutif Mahasiswa Diploma IPB. Komentar (1) | Add as favourites (39) | Quote this article on your site | Views: 405 |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 26 March 2008 )
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 12 dari 44 |